Ya, penulis secara terang-terangan mengungkapkan fenomena tentang agama zaman
sekarang. Fenomena sekarang pada kenyataannya agama selalu dikait-kaitkan
dengan radikalisme, terorisme, kekerasaan dan banyak lagi. Kenapa hal ini bisa
terjadi? Jelas bisa dan nyata banyak pihak tidak bertanggungjawab dengan
mengatasnamakan agama terutama agama islam mengaku bahwa dirinya adalah seorang
kyai, nabi atau keturunan nabi dan jika dipikir secara logika maupun ilmu itu
mustahil mereka masuk ke Indonesia khususnya dengan segala tipunya secara tidak
langsung mereka menghina agama islam. Sehingga orang awam makin beranggapan bahwa
teroris, kelompok radikal itu adalah orang islam. Apalagi dengan dimasukkannya
Ibnu Taimiyah dalam kelompok radikal ini sangat mustahil bisa dibuktikan dan
bisa dilihat Ibn Taimiyah yaitu dari gagasannya yang kembali ke tauhid, dan
selalu mengikuti Qur’an Sunnah dan Salaf Ash-Shalih pernyataan ini makin
menyayat hati bagi umat islam.
Terlihat
bodoh memang jika hanya mengetahui sepihak dan menjudge tanpa mengkritisi dan
mencari sumber terpercaya tentang hal ini. Orang-orang berfikiran agama
penyebab kekacauan dunia, agama penyebab ketidaksetaraan, agama memberi sekat
antara agama. Dan benar jika penulis mengatakan bahwa fenomena sekarang ini
agama sering dikaitkan dengan dunia politik banyak yang beranggapan agama ini
tidak cocok dijadikan pemimpin, agama ini tidak pantas untuk dijadikan panutan.
Padahal secara tidak langsung orang yang mengatakan hal tersebut juga masuk ke
ranah politik itu sendiri. Kenapa dia atau mereka bisa berkata seperti itu apa
mereka seorang paham Atheis atau bagaimana entah hanya mereka yang tau. Tidak
ada bukti yang relevan yang dapat menguatkan kata-kata tersebut. Agama juga
dijadikan sebagai ajang promosi, ajang menonjolkan diri, ajang demo
besar-besaran. Salah? Tidak juga. Benar? Tidak juga. tidak ada yang tau jawaban
berada ditangan masing-masing sesuai dengan niat masing-masing melakukan hal
tersebut untuk kebaikan atau untuk ajang memamerkan diri semata.
Benar
sekali pandangan sekuler harusnya ditegakkan dalam proses pemerintahan. Agama
seharusnya tidak boleh diikutksertakan dalam pemerintahan bukan maksud
meniadakan agama tapi untuk menhindari konflik didalamnya. Karena di Negara
khususnya Indonesia banyak penganut agama bukan hanya islam meskipun mayoritas
penduduk beragama islam tidak etis rasanya jika dalam pemerintahan hanya
menggunakan satu acuan agama. Bagus memang bagi perkembangan islam tapi
bagaimana dengan agama lain pasti akan memberikan judgement agama islam sebagai
kelompok yang menguasai Negara, mengambil alih pemerintahan, kelompok
radikalisme dan mungkin banyak lagi anggapan negative tentang agama islam.
Cukup jadikan agama sebagai rujukan, panutan, nilai yang baik, contoh yang baik
bagi kehidupan tidak memihak satu sama lain, tidak paham radikal, teroris dan
semacamnya itu, tetap menyebarkan misi yang baik bagi perkembangan manusia yang
bermartabat dan beragama. Paling tidak jangan menjadikan agama sebagai bahan
untu masalah, jangan mempermasalahkan agama, anggapan bahwa agama adalah sumber
masalah harus dihentikan mulai saat ini juga. berikan pandangan yang baik
tentang agama karena gama adalah pedoman hidup kita jika kita menganggap agama
sebagai sumber masalah tanyakan pada diri sendiri bagaimana dengan hidup anda?
Apakah anda mendapatka banyak masalah karena agama tersebut? itu terserah
tergantung bagaimana anda menyikapinya. Karena anda punya hak untuk
menentukannya sendiri.
Disisi
lain menurut ahli lain agama penting dimasukkan dalam proses menentukan tujuan
hidup. Ini juga benar. Agama penting adanya dalam proses pembentukan karakter
individu, seperti yang dikatakan oleh Berger agama dapat menghindarkan dari
kekacauan hidup. Pernyataan ini sangat benar menurut pandangan saya karena
tanpa agama akan tidak ada yang mengatur dan membentuk karakter pribadi diri.
Maka dari itu agama sangat-sangat diperlukan dalam membentuk karakter yang
baik.
Seperti
yang kita tau fungsi dari agama itu sendiri yaitu sebagai sarana pendidikan,
menyampaikan hal baik, berperan dalam perdamaian dunia, identitas diri, sebagai
benteng kekuatan, dan agama adalah sebgai kebanggaan. Tidak etis rasanya jika
agama dianggap sebagai sumber dari berbagai masalah. Kita tidak akan bisa hidup
tanpa agama ini sangat benar meskipun juga ada segelintir orang yang menganut
Atheis tapi lebih banyak orang yang membutuhkan agama.
Agama
mengajarkan seseorang untuk menghormati orang lain, menghormati sesama,
memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, kehadiran agama merupakan
suatu rahmat yang perlu disyukuri akan keberadaannya.
Maka dari itu agama
saat ini mendominasi pada system pemerintahan tapi bukan berarti seperti paham
sekuler. Yang dimaksudkan disini berbagai pemeluk agama tetap perpegangan erat
dalam membangun Negara yang lebih baik, lebih bermartabat, lebih maju dengan
sumber daya manusianya yang beraga dan islami, jadi akan terbentuknlah Negara
yang bisa hidup berdampingan dengan sesama pemeluk agama lain tanpa
membeda-bedakan agama mereka, tanpa melebih-lebihkan agama masing-masing. Dengan
Sdm yang kuat, tangguh, juga beragama maka bersama-sama dapat menolak
radikalisme yang masuk, menolak segala pelecehan dan penistaan agama. Karena
dengan agama itulah karakter yang baik akan muncul dari dalam diri. Agama
adalah pedoman hidup agama adalah tuntutan hidup dan agama yang akan
menyelamatkan kita. Semua harus berjuang demi Negara yang tetap harmonis dan
Negara yang beragama serta berakhlak baik, semua harus ikut berjuang dalam
membela kebaikan, menunjukkan rasa cinta Tanah Air berjuang dengan ruh, jiwa,
dan agama.
Komentar
Posting Komentar