Langsung ke konten utama

Review Agama Jadi Tersangka Oleh Haedar Nashir


Ya, penulis secara terang-terangan mengungkapkan fenomena tentang agama zaman sekarang. Fenomena sekarang pada kenyataannya agama selalu dikait-kaitkan dengan radikalisme, terorisme, kekerasaan dan banyak lagi. Kenapa hal ini bisa terjadi? Jelas bisa dan nyata banyak pihak tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan agama terutama agama islam mengaku bahwa dirinya adalah seorang kyai, nabi atau keturunan nabi dan jika dipikir secara logika maupun ilmu itu mustahil mereka masuk ke Indonesia khususnya dengan segala tipunya secara tidak langsung mereka menghina agama islam. Sehingga orang awam makin beranggapan bahwa teroris, kelompok radikal itu adalah orang islam. Apalagi dengan dimasukkannya Ibnu Taimiyah dalam kelompok radikal ini sangat mustahil bisa dibuktikan dan bisa dilihat Ibn Taimiyah yaitu dari gagasannya yang kembali ke tauhid, dan selalu mengikuti Qur’an Sunnah dan Salaf Ash-Shalih pernyataan ini makin menyayat hati bagi umat islam.
Terlihat bodoh memang jika hanya mengetahui sepihak dan menjudge tanpa mengkritisi dan mencari sumber terpercaya tentang hal ini. Orang-orang berfikiran agama penyebab kekacauan dunia, agama penyebab ketidaksetaraan, agama memberi sekat antara agama. Dan benar jika penulis mengatakan bahwa fenomena sekarang ini agama sering dikaitkan dengan dunia politik banyak yang beranggapan agama ini tidak cocok dijadikan pemimpin, agama ini tidak pantas untuk dijadikan panutan. Padahal secara tidak langsung orang yang mengatakan hal tersebut juga masuk ke ranah politik itu sendiri. Kenapa dia atau mereka bisa berkata seperti itu apa mereka seorang paham Atheis atau bagaimana entah hanya mereka yang tau. Tidak ada bukti yang relevan yang dapat menguatkan kata-kata tersebut. Agama juga dijadikan sebagai ajang promosi, ajang menonjolkan diri, ajang demo besar-besaran. Salah? Tidak juga. Benar? Tidak juga. tidak ada yang tau jawaban berada ditangan masing-masing sesuai dengan niat masing-masing melakukan hal tersebut untuk kebaikan atau untuk ajang memamerkan diri semata.
Benar sekali pandangan sekuler harusnya ditegakkan dalam proses pemerintahan. Agama seharusnya tidak boleh diikutksertakan dalam pemerintahan bukan maksud meniadakan agama tapi untuk menhindari konflik didalamnya. Karena di Negara khususnya Indonesia banyak penganut agama bukan hanya islam meskipun mayoritas penduduk beragama islam tidak etis rasanya jika dalam pemerintahan hanya menggunakan satu acuan agama. Bagus memang bagi perkembangan islam tapi bagaimana dengan agama lain pasti akan memberikan judgement agama islam sebagai kelompok yang menguasai Negara, mengambil alih pemerintahan, kelompok radikalisme dan mungkin banyak lagi anggapan negative tentang agama islam. Cukup jadikan agama sebagai rujukan, panutan, nilai yang baik, contoh yang baik bagi kehidupan tidak memihak satu sama lain, tidak paham radikal, teroris dan semacamnya itu, tetap menyebarkan misi yang baik bagi perkembangan manusia yang bermartabat dan beragama. Paling tidak jangan menjadikan agama sebagai bahan untu masalah, jangan mempermasalahkan agama, anggapan bahwa agama adalah sumber masalah harus dihentikan mulai saat ini juga. berikan pandangan yang baik tentang agama karena gama adalah pedoman hidup kita jika kita menganggap agama sebagai sumber masalah tanyakan pada diri sendiri bagaimana dengan hidup anda? Apakah anda mendapatka banyak masalah karena agama tersebut? itu terserah tergantung bagaimana anda menyikapinya. Karena anda punya hak untuk menentukannya sendiri.
Disisi lain menurut ahli lain agama penting dimasukkan dalam proses menentukan tujuan hidup. Ini juga benar. Agama penting adanya dalam proses pembentukan karakter individu, seperti yang dikatakan oleh Berger agama dapat menghindarkan dari kekacauan hidup. Pernyataan ini sangat benar menurut pandangan saya karena tanpa agama akan tidak ada yang mengatur dan membentuk karakter pribadi diri. Maka dari itu agama sangat-sangat diperlukan dalam membentuk karakter yang baik.
Seperti yang kita tau fungsi dari agama itu sendiri yaitu sebagai sarana pendidikan, menyampaikan hal baik, berperan dalam perdamaian dunia, identitas diri, sebagai benteng kekuatan, dan agama adalah sebgai kebanggaan. Tidak etis rasanya jika agama dianggap sebagai sumber dari berbagai masalah. Kita tidak akan bisa hidup tanpa agama ini sangat benar meskipun juga ada segelintir orang yang menganut Atheis tapi lebih banyak orang yang membutuhkan agama.
Agama mengajarkan seseorang untuk menghormati orang lain, menghormati sesama, memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, kehadiran agama merupakan suatu rahmat yang perlu disyukuri akan keberadaannya.
Maka dari itu agama saat ini mendominasi pada system pemerintahan tapi bukan berarti seperti paham sekuler. Yang dimaksudkan disini berbagai pemeluk agama tetap perpegangan erat dalam membangun Negara yang lebih baik, lebih bermartabat, lebih maju dengan sumber daya manusianya yang beraga dan islami, jadi akan terbentuknlah Negara yang bisa hidup berdampingan dengan sesama pemeluk agama lain tanpa membeda-bedakan agama mereka, tanpa melebih-lebihkan agama masing-masing. Dengan Sdm yang kuat, tangguh, juga beragama maka bersama-sama dapat menolak radikalisme yang masuk, menolak segala pelecehan dan penistaan agama. Karena dengan agama itulah karakter yang baik akan muncul dari dalam diri. Agama adalah pedoman hidup agama adalah tuntutan hidup dan agama yang akan menyelamatkan kita. Semua harus berjuang demi Negara yang tetap harmonis dan Negara yang beragama serta berakhlak baik, semua harus ikut berjuang dalam membela kebaikan, menunjukkan rasa cinta Tanah Air berjuang dengan ruh, jiwa, dan agama. 

Komentar