Langsung ke konten utama

Orang awam memandang Pemerintah dalam menangani COVID-19

Hai-hai sobat bloggers :)
Masih kuat kan puasanya? hehe btw hari ini puasa terakhir di ramadhan tahun ini ya.
bagaimana perasaan kalian?
seneng apa sedih? 

Pastinya seneng karena masih bisa bertemu dengan ramadhan tahun ini kan ya. tapi sedih juga karena ramadhan tahun ini dibarengi dengan adanya pandemi COVID-19. Karena ini Blog judulnya persepsi aku hanya akan membahas dari pandangan orang awam saja bukan dari segi medis dan teorinya, untuk teorinya nanti bakal aku bahas di lama 'Brain Nutrition' okay. 

So, menurut kalian bagaimana orang awam memandang pandemi ini? Hm.. dilihat dari headline berita yang mucul sih sangat beragam ya. Ada yang memandang biasa-biasa aja, sangat ketakutan hingga menimbulkan kecemasan yang berlebihan dan ada yang malah mengabaikannya. Miris yaa.

Apalagi ditambah dengan respon pemerintah yang menurut aku terkesan menyepelekan di awal-awal pandemi ini muncul. Okay bukan maksud aku menyudutkan beberapa pihak ya. Menurut aku juga pemerintah terkesan mengambil kebijakan berdasarkan opini pribadi bisa dibuktikan bahwa antara menteri dan presiden saja asumsi dan himbauannya berbeda. Nah, akhir-akhir ini yang ramai tentang spekulasi antara mudik dan pulang kampung, diperbolehkannya kembali alat transportasi untuk beroperasi dan mirisnya menjelang lebaran ini banyak pasar dan tempat umum dikerumuni oleh warga. WOW bukan.. 

Jadi, disini siapa yang salah?

Semuanya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar
WHY?

Dalam kondisi seperti ini segalanya terasa membingungkan semua operasional, perekonomian mandek bahkan banyak kan PHK besar-besaran, THR yang ditangguhkan atau dikurangi, perekonomian menurun (exactly, semua negara akan mengalaminya). 

Jika seperti ini bagaimana solusinya?
Opiniku aku tidak melarang kalian untuk bekerja atau menghasilkan uang dengan beraktivitas diluar, karena aku tahu mau bagaimanapun kondisnya kita tidak bisa hanya mengandalkan orang lain bahkan pemerintah sekalipun, kita perlu berthan hidup dan melanjutkan hidup tidak mungkin hanya berdiam diri dirumah menunggu segalanya usai apalagi jika termasuk golongan menengah kebawah. Its to hard...

So saran dari aku untuk pemerintah agaknya lebih tegas lagi dalam menghadapi pendemi ini, tolong untuk koordinasi antara gugus tugas, pemerintah pusat dan pemerintah daerah di selaraskan kembali agar tidak muncul spekulasi negatif dari masyarakat. Dikaji ulang apakah yang selama ini dilakukan di tegakkan sudah benar. Untuk pemerintah bagian lini bawah penyaluran bantuan mohon di perbaiki lagi sistemnya karena saya banyak mendengar bahwa bantuan salah sasaran. Masyarakat yang seharusnya mendapatkan malah tidak mendapatkan bantuan. Kasian bukan? 

Untuk masyarakat sekiranya mari kita patuhi peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah. Suka tidak suka mau tidak mau demi kebaikan kita bersama. Keluarlah jika memang itu sangat diperlukan namun tetap patuhi protokol kesehatan yang ada dengan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak min 2 meter dan jauhi kerumunan sebisa mungkin ya. 

Untuk tenaga kesehatan sebagai garda depan tetap semangat, semoga menjadi amal jariyah untuk semuanya. tetap semangat dan stay safe ya...
We Proud You...

Mari sama-sama bertahan dan melindungi diri dan keluarga dari ancaman pandemi ini.  Semuanya dimulai dari diri sendiri. okay.. 


Komentar